before i have to move from Jakarta

everyone is looking for the best and try to be the best. but without love, all that was just sheer ambition.
* jee-jessh

29 January 2010

aku bersyukur :)


aku menyusuri lorong gelap berdinding batu. sendiri. tanpa ada seorang pun yang ikut menemaniku atau lebih tepatnya SUDI ikut menemaniku. aku hanya SENDIRI.

ditemani cahaya remang lampu lorong yang kian lama kian redup, semakin gelap, semakin membuatku susah untuk melihat. aku seperti buta. seperti kehilangan arah. aku TERSESAT.

aku takut. lalu aku berlari dan berlari dengan tenaga yang tersisa. aku menangis. aku TAKUT.

aku terjatuh. aku terluka. darah itu kian mengalir deras dari tubuhku. aku lemas. aku jatuh terduduk bersandar pada dinding batu. ternyata batu itu tajam dan menghantam kepalaku. lagi-lagi aku TERLUKA.

tubuhku lemas. aku butuh pertolongan. kakiku terasa kaku, lidahku terasa kelu. sekuat tenaga aku mencoba merangkak seperti bayi. gelapnya lorong itu membuat aku tidak bisa melihat, ada sebongkah kaca menusuk lututku. aku merintih. tapi tak seorang pun datang menolong.

aku paksakan untuk melangkahkan kaki menuju ujung lorong. dari jauh telah aku lihat cahaya itu. semburan cahaya harapan. aku ingin bertemu orang lain, harapku.

aku SAMPAI. aku berhasil berada di ujung lorong itu. banyak orang lalu lalang di depanku. aku berteriak minta tolong. tapi mereka seakan tuli. tidak peduli.

aku seperti kasat mata. ketika seorang kaya berjalan di depanku, ia membuang kulit pisang tepat di kepalaku dan meludahiku. aku MARAH. namun hanya terdiam.

aku mulai menangis. aku terisak. semakin lama semakin deras air mata itu. sesak rasanya. aku SAKIT HATI. kemana mereka, orang-orang yang menyayangiku?

sesaat aku melihat wajah itu. aku sangat mengenalnya. DIA. itu DIA!

aku berteriak memanggil namanya. sekuat tenaga sampai urat leherku seakan telah putus. sampai tidak ada lagi tenaga untuk berteriak. DIA melihatku, menghampiriku, memandangku dengan cara yang tak biasa, MELUDAHIKU, dan pergi MENINGGALKANKU.

siapa aku? hanya sampah kah?!

masih jelas teringat sesaat sebelum aku terjebak di dalam lorong gelap. betapa BAHAGIA nya hidupku. SEMPURNA dengan semua yang aku miliki. aku BAHAGIA.

ketika aku berikan senyum kepada semua orang. ketika tangis itu hanya aku yang tau. tak pernah aku biarkan seorang pun melihatku keram tubuh. hanya SENYUM yang aku bagikan.

tapi apa yang aku dapatkan hanyalah terlempar ke dalam lorong gelap. aku terjebak. lebih tepat, aku DIJEBAK!

aku selalu berkata YA walau hatiku terus berbisik TIDAK. seolah semua kulakukan atas nama kebaikkan, padahal aku lumpuh karenanya. aku cacat. aku RAPUH.

aku SADAR aku harus bangkit berdiri. meninggalkan segala kebodohanku. aku ingin berdiri, tapi aku lupa bagaimana caranya. aku sudah sangat TERLUKA. rasanya SAKIT. meski lebih sakit ketika aku melihat air mata orang lain terjatuh.

tawa yang kudengar membuatku BANGKIT. meski aku tau tawa itu mengejekku. mengolokku. tapi tidak apa-apa. aku BAIK-BAIK saja, bahkan senang melihat mereka BAHAGIA.
senyum culas tak ku pedulikan, aku tetap tersenyum. meski rasanya aku tak mampu lagi melukis senyum itu. tapi toh tetap aku lakukan.

aku sangat ingin MARAH. tapi aku tidak bisa. dan mungkin tidak akan pernah bisa. aku terlalu LEMAH untuk itu.

ketika ku lihat sebagian orang mempedulikan aku. mereka mau membantu menopang aku. hanya satu yang ada dipikiranku. aku BERDOA. berdoa untuk mereka yang hatinya bagaikan kapas.

kulihat wajah mereka penuh kekhawatiran yang tulus. mereka mau bersusah payah membuatku berdiri, meski mereka tau aku masih sangat sulit untuk berdiri. semuanya membutuhkan PROSES yang panjang.

aku tersenyum. sakit. tapi aku tahan. aku tidak bisa mengeluh di depan mereka. aku tidak ingin melihat jerit kekhawatiran itu terdengar. karena aku baik-baik saja.

mereka tidak pergi meninggalkan aku tapi malah singgah menemaniku. mereka membersihkanku. menganggapku istimewa. meski mereka tau, aku telah diludahi karena semua kebodohanku. mereka menasehatiku. meski kesal, mereka tidak meninggalkan aku.

dan kini, aku telah duduk di atas kursi empuk yang mereka sediakan. bersama teh hangat sebagai suguhan. aku merasakan kehangatan. aku pernah merasakan ini. aku menyebutnya KASIH SAYANG.

aku memandang setiap mereka. setiap lekuk wajah dan ekspresi mereka. aku menemukan sesuatu. KETULUSAN.

lalu aku menengadah. aku tau nun jauh di sana, pemilikku sedang melihatku meski aku tak melihatnya. aku berbisik dalam hati. "Tuhan, terima kasih. aku BERSYUKUR"


-jee-


*thank you for being my strength even i am still useless like a trash :)


No comments:

Post a Comment